**STTI NIIT I-TECH Ikuti Pemutakhiran Pola Pembinaan SPMI LLDIKTI Wilayah III**
**Jakarta, 10 Juni 2026** — Sekolah Tinggi Teknologi Informasi NIIT I-TECH mengikuti kegiatan *Pemutakhiran Pola Pembinaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)* yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III secara hybrid pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Aula Kampus Kranggan Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari unit penjaminan mutu perguruan tinggi swasta, enam perguruan tinggi negeri di lingkungan LLDIKTI Wilayah III, serta para Fasilitator Wilayah (Faswil) yang berperan dalam pendampingan implementasi SPMI di perguruan tinggi.
Keikutsertaan STTI NIIT I-TECH dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan terbaru, serta mengoptimalkan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., serta sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang penjaminan mutu perguruan tinggi. Materi utama disampaikan oleh Dr. Ir. Desiana Vidayanti, M.T., dan Dr. Magdalena Surjaningsih Halim, S.Psi., Psikolog, yang membahas pembaruan kebijakan, strategi pembinaan, serta praktik baik dalam implementasi SPMI.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Desiana Vidayanti, M.T., menjelaskan pentingnya diferensiasi misi dalam penguatan mutu perguruan tinggi. Diferensiasi misi dipandang sebagai salah satu pendekatan strategis untuk memperjelas identitas, arah pengembangan, serta tata kelola masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan karakteristik dan keunggulannya.
Melalui perspektif tata kelola SPMI, diferensiasi misi membantu perguruan tinggi dalam menyusun kebijakan, visi, misi, tujuan, dan strategi secara lebih objektif. Pendekatan ini juga mendorong penguatan otonomi perguruan tinggi serta menjaga konsistensi arah pengembangan institusi dalam jangka panjang.
Materi tersebut juga menekankan bahwa penguatan mutu tidak hanya berkaitan dengan proses akreditasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari budaya kerja institusi. Hal ini sejalan dengan kerangka kinerja BAN-PT, yaitu CRAM yang mencakup *Culture, Relevance, Accountability,* dan *Mission*.
Sementara itu, Dr. Magdalena Surjaningsih Halim, S.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa diferensiasi misi memiliki peran penting dalam penyusunan rencana strategis dan penentuan fokus institusi berdasarkan hasil analisis SWOT masing-masing perguruan tinggi. Penerapan diferensiasi misi diharapkan mampu membantu perguruan tinggi menentukan standar Tri Dharma yang menjadi keunggulan institusi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik simulasi review dokumen laporan SPMI melalui dasbor pelaporan penjaminan mutu LLDIKTI Wilayah III. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai proses peninjauan dokumen dan pelaporan SPMI secara lebih sistematis.
Pada akhir kegiatan, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menegaskan pentingnya pelaksanaan amanat Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dalam pengembangan SPMI dan penguatan budaya mutu pendidikan tinggi. Budaya mutu perlu dibangun melalui tata kelola yang akuntabel, transparan, efektif, efisien, serta didukung oleh pelaporan berkala dan pengelolaan data yang terintegrasi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, STTI NIIT I-TECH diharapkan dapat terus memperkuat implementasi SPMI, meningkatkan kualitas tata kelola institusi, serta mendukung pelaksanaan siklus PPEPP secara konsisten. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen STTI NIIT I-TECH dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi.