JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026 – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan memberdayakan ekonomi perempuan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menjajaki kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Koperasi KWT Kota Tangerang pada Jumat (28/8). Kerja sama yang diusung melalui skema hibah kementerian ini berfokus pada digitalisasi pemasaran serta tata kelola hasil panen urban farming.
Melalui jaringan yang mencakup sekitar 76 KWT di Kota Tangerang, potensi produk pertanian segar maupun olahan—seperti rengginang, produk berbasis tanaman obat, hingga inovasi solar panel selama ini belum optimal dijangkau publik secara luas. Keterbatasan akses pemasaran digital dan tantangan tingginya risiko food loss akibat keterlambatan informasi panen menjadi latar belakang utama dikembangkannya platform terpadu ini.
Ibu Tina, perwakilan pengurus KWT Kota Tangerang, menjelaskan bahwa sistem terintegrasi sangat dibutuhkan untuk memprediksi dan mencatat volume panen secara real-time. "Kami ingin data panen terukur dengan jelas. Dengan monitoring yang tepat sebelum panen tiba, pihak koperasi dapat mengiklankan produk lebih awal ke dinas-dinas maupun masyarakat umum, sehingga hasil kebun anggota dapat terserap maksimal tanpa ada yang terbuang," ungkapnya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Bapak Achmad Baroqah Pohan selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STTI NIIT Itech menyampaikan bahwa platform yang dirancang tidak hanya berfungsi sebagai toko e-commerce, tetapi juga mencakup fitur manajemen rantai pasok. Sistem ini akan mengintegrasikan pendataan hasil panen dari 30 KWT urban farming, pencatatan database pelanggan, hingga skema pengiriman yang disesuaikan baik untuk produk olahan tahan lama maupun sayuran segar yang membutuhkan penanganan khusus.
Ketua Koperasi KWT Kota Tangerang, Ibu Hanifah, menyambut baik inisiatif ini dan berharap digitalisasi platform dapat memperluas jangkauan pasar yang selama ini terbatas pada keanggotaan internal. Selain mendorong transaksi digital (from farm to table), program ini diharapkan dapat menegaskan peran ibu rumah tangga dalam menyuplai pangan sehat serta menopang perekonomian daerah di Kota Tangerang.