Menkominfo: 4G LTE Bantu Dongkrak Revenue Data

Indonesia Bisa Jadi Markas Startup Terbesar di Asia TenggaraLiputan6.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, meyakini penerapan jaringan 4G LTE di Indonesia akan mendongkrak komposisi pendapatan dari layanan data terhadap pendapatan industri.
Pada tahun ini kontribusi layanan data terhadap pendapatan usaha tumbuh 30 persen, dan diprediksi akan meningkat menjadi 40 persen pada 2015.
Rudiantara mengungkapkan bahwa revenue(pendapatan) dari layanan data akan jauh lebih tinggi dibandingkan voice dan SMS dengan adanya 4G LTE.
“4G tidak berbeda dengan migrasi 2G ke 3G, akan ada pertumbuhan di dalam industri. Saya yakin komposisi revenue data akan tumbuh semakin cepat daripada voice dan SMS. Kalau tahun ini tumbuh 30 persen, di 2015 akan tumbuh 40 persen,” tutur Rudiantara di sela-sela acara peluncuran Blanja.com dan layanan 4G LTE Telkomsel di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Lebih lanjut, kata Rudiantara, penerapan 4G LTE harus diiringi dengan edukasi kepada pelanggan. Termasuk soal handset yang mendukung jaringan tersebut.
Telkomsel sendiri sebagai operator selular pertama yang meluncurkan jaringan 4G LTE telah bekerjasama dengan sejumlah vendor, termasuk Samsung, Sony, dan HTC. Kerjasama pun juga dijalin dengan vendor-vendor lokal.
“Penerapan 4G LTE ini juga harus diiringi dengan edukasi kepada pelanggan, misalnya mengenai handset apa saja yang bisa digunakan. Jadi tidak hanya sekedar menjadi yang pertama meluncurkan 4G LTE,” sambungnya.
Pria berkacamata itu menambahkan bahwa peluncuran 4G LTE ini adalah bagian dari Broadband Plan (Rencana Pita Lebar) Indonesia dalam lima tahun ke depan. “Kita siap menuju Indonesia Broadband,” tutur Rudiantara.
Dilanjutkannya, untuk saat ini Pemerintah baru memberikan izin menggelar 4G LTE di 900 Mhz. Namun secara bertahap akan digelar di frekuensi 1800 MHz dan 2,1 GHz.
“Rilis pemanfaatan 1800 Mhz untuk 4G semoga bisa dilakukan pada kuartal pertama 2015,” ungkapnya.
(din/dew)